Headline

Tuesday, January 29, 2019

SD JUARA CILEGON

Siswa Kelas 3 SD Juara Cilegon Mengenal dan Memahami Bilangan Pecahan dengan Contoh Konkrit





Kamis (17/01), siswa kelas 3 SD Juara Cilegon saat ini sedang belajar mengenal bilangan pecahan. Awalnya ketika ditanya oleh guru apa itu pecahan ? Dengan spontan anak-anak menjawab, "itu bu, kaya gelas yang jatuh terus pecah," ujar ananda Hilmi. Dari situlah guru mencoba untuk menjelaskan dan memberikan contoh kepada anak-anak mengenai apa yang dimaksud dengan bilangan pecahan.
Bilangan pecahan yaitu bilangan yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Dengan contoh 1/2 dimana angka 1 merupakan pembilang dan angka 2 merupakan penyebut. Disini guru memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari, seperti ibu mempunyai sebuah kue, dimana kue itu dipotong oleh ibu menjadi 2 bagian. Sehingga bagian dari kedua potongan kue tersebut mempunyai nilai 1/2.

Setelah anak-anak memahami makna dan definisi dari bilangan pecahan, guru mengajak siswa untuk belajar membandingkan nilai pecahan. Disini guru mengajak siswa untuk praktek secara berkelompok, dengan menggunakan kertas origami. Dimana setiap kelompok akan mendapatkan 4 lembar kertas origami, lem, gunting, dan 2 lembar kertas HVS. Guru mulai mengajak siswa untuk melipat dan menggunting kertas origami menjadi beberapa bagian. Ada yang dipotong menjadi 2 bagian, 3 bagian, 4 bagian, dan 8 bagian. Setelah siswa mengguntingnya, siswa diminta untuk menempelkan kertas origami yang telah di gunting, pada kertas HVS dengan diberi sedikit jarak dari setiap potongan kertas nya.


Setelah itu, guru mengajak siswa membandingkan nilai pecahan berdasarkan potongan kertas origami tadi, seperti bilangan 1/2 dengan bilangan 1/3. Dimana potongan kertas origami dengan nilai 1/2 itu lebih besar dibandingkan dengan potongan kertas origami yang bernilai 1/3.

"Dengan praktik seperti ini, siswa dapat memahami kenapa 1/2 itu lebih besar dibandingkan dengan 1/3. Mereka dapat melihat bentuk konkritnya, dan memahami maksudnya. Jika kita langsung memberikan cara mengerjakan membandingkan nilai pecahan, maka siswa tidak akan mengetahui maksud dan makna dari materi ini," ujar Tria Rahayu. "Selain itu dengan praktik seperti ini, dapat melatih kerja sama, dan kreatifitas anak," tambahnya.

Subscribe to this Blog via Email :
Previous
Next Post »